Pejabat Dinilai Tidak Peka terhadap Kondisi Masyarakat
Pejabat Dinilai Tidak Peka terhadap Kondisi Masyarakat
Musi rawas Kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit belakangan ini memunculkan berbagai keluhan terhadap sikap sejumlah pejabat yang dianggap tidak peka terhadap penderitaan rakyat kecil. Kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya lapangan pekerjaan, serta menurunnya daya beli masyarakat menjadi persoalan utama yang dirasakan warga saat ini.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena para pejabat dinilai lebih sering tampil dalam acara seremonial dibanding turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan. Beberapa kebijakan yang diterapkan juga dianggap belum mampu memberikan solusi nyata bagi rakyat kecil.
“Sekarang cari kerja susah, harga sembako naik terus. Tapi pejabat malah sibuk pamer kemewahan,” ujar Rahmat (42), seorang buruh harian di Musi rawas, Senin (26/5/2026).
Kritik masyarakat semakin ramai setelah beredarnya foto dan video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pejabat menggunakan kendaraan mewah dan fasilitas mahal di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit. Banyak warga menilai tindakan tersebut menunjukkan kurangnya empati terhadap masyarakat.
Siti Aminah (38), seorang pedagang kecil, mengaku pendapatannya menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir. Ia berharap pemerintah lebih fokus membantu masyarakat kecil dibanding hanya memberikan janji.
“Kami cuma ingin pemerintah benar-benar memperhatikan rakyat kecil. Harga barang naik semua, tapi penghasilan tetap,” katanya.
Pengamat sosial, Dr. Budi Santoso, menilai sikap tidak peka pejabat dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, seorang pejabat seharusnya hadir dan memahami langsung kondisi rakyat.
“Jika pejabat terlalu jauh dari masyarakat, maka kebijakan yang dibuat sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Selain persoalan ekonomi, masyarakat juga menyoroti bantuan sosial yang dinilai belum merata. Masih banyak warga kurang mampu yang mengaku belum menerima bantuan meski kondisi ekonomi mereka sangat memprihatinkan.
Di media sosial, berbagai kritik terus bermunculan dari masyarakat. Warganet meminta pemerintah lebih terbuka terhadap kritik dan tidak hanya fokus pada pencitraan semata.
Sejumlah mahasiswa dan aktivis juga mulai menyuarakan aspirasi melalui diskusi publik dan aksi damai. Mereka meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap pejabat yang dinilai tidak peduli terhadap kondisi masyarakat.
Menurut para aktivis, pejabat publik seharusnya menjadi contoh kesederhanaan dan kepedulian sosial. Jabatan yang diberikan rakyat harus digunakan untuk melayani masyarakat, bukan menikmati fasilitas berlebihan.
Para pedagang kecil dan pekerja harian juga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu tindakan konkret dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang semakin berat. Warga berharap para pejabat dapat lebih mendengar suara rakyat dan bekerja demi kepentingan masyarakat luas.
Pemerintah daerah sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang berkembang di tengah masyarakat tersebut. Namun masyarakat berharap adanya perubahan nyata agar kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dapat kembali meningkat.